
Ar-Ridho — Jum’at (31/01) Udara pagi di Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul dipenuhi semangat kesiapsiagaan. Pada Jumat pagi, 31 Januari 2025, seluruh santri kelas 3 Intensif, 4, dan 5 KMI berkumpul di Lapangan Madinah untuk mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam dan Kebakaran. Kegiatan ini khusus ditujukan bagi para pengurus asrama dan anggota OPPAR (Organisasi Pelajar Pondok Ar-Ridho) guna membekali mereka dengan keterampilan menghadapi situasi darurat.
Pelatihan ini menggandeng Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor sebagai narasumber utama. Dalam sesi pertama, para santri diberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, khususnya kebakaran dan bencana alam seperti gempa bumi, serta langkah-langkah penanganan yang tepat dan cepat.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga disertai dengan simulasi langsung di lapangan. Santri secara bergiliran mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan alat pemadam ringan (APAR), evakuasi darurat, hingga prosedur penyelamatan korban dalam situasi bencana. Para peserta tampak antusias dan serius mengikuti setiap tahapan pelatihan.
“Pelatihan ini sangat penting agar para pengurus asrama dan OPPAR siap siaga dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga pesantren ketika terjadi hal-hal tak terduga,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta, khususnya para pengurus asrama dan anggota OPPAR, memiliki kesadaran dan kemampuan yang mumpuni dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pesantren. Semangat “Santri Siaga” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen nyata demi terciptanya pesantren yang aman dan tangguh.

