
Ar-Ridho – Senin (11/08) Dalam rangka meningkatkan kompetensi global serta memperkuat budaya akademik di lingkungan pesantren, Dewan Guru Ar-Ridho Sentul resmi membentuk Club Bahasa sebagai wadah pengembangan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi seluruh guru.
Kegiatan ini diawali dengan placement test yang diikuti oleh seluruh dewan guru. Placement test tersebut bertujuan untuk memetakan minat dan kemampuan bahasa para guru, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggris, sehingga program pembinaan dapat disusun secara tepat, terarah, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Club Bahasa Dewan Guru Ar-Ridho Sentul kemudian melaksanakan berbagai pelatihan dan pendampingan bahasa. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa Arab serta bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, dengan menekankan praktik langsung dalam konteks pembelajaran dan kehidupan pesantren sehari-hari.
Pembentukan Club Bahasa ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan amanah pimpinan Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul, yang menginstruksikan agar penguatan bahasa Arab dan bahasa Inggris di lingkungan pondok dimulai dari para dewan guru. Guru diharapkan menjadi teladan (role model) dalam penggunaan bahasa, sehingga tercipta atmosfer pembelajaran yang hidup, komunikatif, dan inspiratif bagi para santri.

Sejalan dengan hal tersebut, program ini juga menjadi implementasi dari motto Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul tahun ini, yaitu:
“Istiqomah dalam beribadah, rekatkan dalam muamalah, ciptakan lingkungan berbahasa yang unggul dan indah.”
Melalui Club Bahasa, nilai istiqomah diwujudkan dalam pembiasaan belajar dan berlatih bahasa, nilai muamalah tercermin dalam kolaborasi antar guru, serta lingkungan berbahasa yang unggul dan indah dibangun secara bertahap dan konsisten.
Dengan terbentuknya Club Bahasa Dewan Guru Ar-Ridho Sentul, diharapkan seluruh guru tidak hanya meningkat kompetensi kebahasaannya, tetapi juga mampu menghidupkan budaya bahasa Arab dan bahasa Inggris secara aktif di lingkungan pondok, sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan dakwah di era global.
