Menginspirasi dengan Keteladanan, Dicintai karena Ketulusan: IHT Dewan Guru Ar-Ridho Sentul Sesi Kedua

Ar-Ridho — Ahad (09/08), Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul kembali menggelar In House Training (IHT) Dewan Guru Sesi Kedua yang bertempat di Aula Pondok Pesantren. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Dewan Guru Ar-Ridho Sentul. Mengusung tema “Guru Menggerak, Menginspirasi, dan Dicintai Santri”, kegiatan menghadirkan Al-Ustadz Ahmad Faisal Lubis, M.Pd.I sebagai pemateri dan Al-Ustadz Ismail sebagai moderator.

Dalam penyampaiannya, Al-Ustadz Ahmad Faisal menegaskan bahwa pendidikan dalam Islam bukan sekadar proses mentransfer ilmu, tetapi juga merupakan proses membentuk karakter, adab, dan keteladanan. Guru memiliki peran penting dalam membangun generasi yang kuat secara akidah, moral, dan kepribadian.

Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi dalam pendidikan. Hal tersebut diibaratkan seperti “bangunan yang tersusun kukuh” sebagaimana pesan QS. Ash-Shaff ayat 4. Setiap unsur pendidikan harus saling menguatkan dan berjalan secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan bersama.

Salah satu pesan utama dalam sesi ini adalah mendahulukan adab sebelum ilmu. Guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku. Asesmen adab pun diarahkan bukan untuk menghakimi santri, melainkan sebagai upaya menjaga marwah dan membentuk pribadi yang lebih baik.

Untuk mendukung pembentukan karakter, para guru juga diajak menguatkan 7 Sunnah Harian, yaitu Tahajud, membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah di masjid, shalat Dhuha, bersedekah setiap hari, menjaga wudhu, serta memperbanyak istighfar.

Selain itu, para peserta diajak memahami bahwa perubahan merupakan keniscayaan. Guru harus terus bertumbuh, beradaptasi, dan melakukan terobosan agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pendidikan Islam.

Pada akhirnya, IHT ini menegaskan kembali bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi tentang menjadi penggerak ketika melihat masalah, menjadi inspirasi ketika santri menghadapi kesulitan, dan menjadi sosok yang dicintai melalui ketulusan serta doa di sepertiga malam.

Melalui kegiatan ini, Dewan Guru Ar-Ridho Sentul diharapkan semakin siap menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk santri yang beradab, berkarakter, dan memiliki keteguhan iman.

Berita Terbaru

Related Articles