Pererat Ukhuwah Islamiyah, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Silaturahim ke Ar-Ridho Sentul

Ar-Ridho — Rabu malam (21/10), Dalam upaya mempererat ukhuwah Islamiyah dan menambah wawasan santri, Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul menerima kunjungan silaturahmi Wakil Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom, KH. Rifdy Idzhar, Lc., M.A. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul dan diikuti oleh seluruh santri kelas 5 dan 6 KMI serta guru pengabdian tahun ajaran 2026–2027.

Dalam tausiyahnya, KH. Rifdy Idzhar menyampaikan sejumlah nasihat penting mengenai pentingnya menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, memanfaatkan waktu, serta mempersiapkan diri untuk meraih masa depan.

Beliau mengajak para santri untuk membangun pola pikir kritis dengan berani bertanya. Menurutnya, pertanyaan menjadi salah satu jalan untuk memperoleh pengetahuan dan memperluas wawasan. Santri juga didorong untuk terus menuntut ilmu sejauh mungkin agar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga, karena pengalaman merupakan salah satu guru terbaik dalam kehidupan.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua. Ridha Allah Swt. berkaitan erat dengan ridha orang tua, sehingga nasihat dan arahan mereka, terutama dalam kebaikan, patut didengarkan dan dilaksanakan. Beliau juga mengingatkan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup seorang penuntut ilmu.

Dalam mempersiapkan masa depan, KH. Rifdy Idzhar berpesan agar kemauan berjalan seiring dengan kemampuan. Menurutnya, salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita adalah dengan terus memantaskan diri melalui belajar, berusaha, dan meningkatkan kualitas diri. Terlebih bagi santri kelas akhir dan guru pengabdian, waktu pengabdian harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan diisi dengan kemalasan, melainkan dengan mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Beliau juga memotivasi para santri agar mampu menjadi generasi yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, keberanian mengambil langkah positif, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri. Sebab, seseorang tidak akan mencapai keberhasilan tanpa usaha dan tindakan nyata yang sesuai dengan syariat Islam.

Menutup nasihatnya, beliau menegaskan pentingnya mendahulukan bakti kepada orang tua. Pesan “Birrul walidain aula min thalabil ‘ilmi” menjadi pengingat bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan prioritas penting yang harus senantiasa dijaga dalam perjalanan menuntut ilmu.

Berita Terbaru

Related Articles