Dari Belajar Menuju Mengajar: Tarbiyah Amaliyah Santri Akhir KMI 2026

Ar-Ridho – Selasa (17/02), Kegiatan Tarbiyah Amaliyah Santri Akhir KMI 2026 berlangsung selama kurang lebih dua pekan, dimulai pada hari Senin hingga Selasa, 02–17 Februari 2026. Program ini menjadi salah satu tahapan penting bagi santri kelas 6 KMI dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik yang mampu mengajar dengan baik, penuh tanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan pengabdian.

Kegiatan diawali dengan pendalaman materi pengajaran, yang mencakup berbagai metode dan teknik mengajar yang baik dan benar. Dalam sesi ini, para santri dibekali pemahaman tentang cara menyampaikan materi secara efektif, mengelola kelas, serta membangun interaksi yang aktif bersama para pelajar. Selain itu, para peserta juga mempelajari konsep naqd atau evaluasi pengajaran, sebagai sarana untuk menilai sekaligus memperbaiki proses belajar-mengajar agar semakin berkualitas.

Setelah pembekalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktek mengajar (Amaliyah Tadris) yang dilakukan oleh seluruh santri kelas 6 KMI. Praktek mengajar perdana dilaksanakan oleh Al-Akh Aditya Subkhi, dengan menyampaikan materi Muthola’ah untuk kelas 2 KMI. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas 6 serta para asatidz pembimbing yang nantinya akan mendampingi setiap kelompok selama proses praktik mengajar berlangsung.

Usai pelaksanaan praktek mengajar, kegiatan dilanjutkan dengan Naqdu Tadris, yaitu sesi evaluasi terhadap proses pengajaran yang telah dilakukan. Dalam sesi ini, para asatidz pembimbing memberikan masukan, kritik, serta arahan yang konstruktif kepada para santri. Evaluasi ini melibatkan sekitar 30 orang asatidz pembimbing serta 65 santri kelas 6 KMI, sehingga setiap proses pengajaran dapat dianalisis dan diperbaiki secara menyeluruh.

Pada keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan praktek mengajar secara berkelompok, di mana setiap kelompok didampingi oleh 2–3 orang asatidz pembimbing. Melalui sistem ini, para santri mendapatkan bimbingan yang lebih intensif serta kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar mereka secara bertahap.

Melalui kegiatan Tarbiyah Amaliyah ini, diharapkan para santri akhir KMI tidak hanya mampu memahami teori pengajaran, tetapi juga terampil dalam mempraktikkannya secara langsung. Dengan demikian, mereka dapat melangkah dari proses belajar menuju mengajar, serta siap menjadi generasi pendidik yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi umat.

Berita Terbaru

Related Articles

Perlu Bantuan?