
Ar-Ridho – Ahad (02/08), Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul menggelar kegiatan Learning Motivation yang diikuti oleh seluruh santri. Kegiatan ini mengangkat tema “Wujudkan Lingkungan Pesantren yang Aman: Learning Motivation Kupas Bahaya Bullying dan Homoseksual” sebagai upaya meningkatkan kesadaran santri dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Acara menghadirkan Bripda Muhammad Fawwaz Rakan dari Unit Reserse Kriminal Kejahatan dan Kekerasan sebagai pemateri, dengan Al-Ustadz Farrel Xavier Alkautsar bertindak sebagai moderator. Dalam penyampaiannya, pemateri mengajak para santri memahami pentingnya menghormati sesama, menjauhi tindakan perundungan, serta membangun pergaulan yang positif.

Bripda Muhammad Fawwaz Rakan menjelaskan bahwa bullying atau perundungan merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti, merendahkan, atau menindas orang lain. Bentuknya dapat berupa perundungan fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying. Menurut pemateri, perundungan dapat dipicu oleh tekanan lingkungan, kurangnya empati, serta keinginan untuk memperoleh pengakuan atau kekuasaan dalam kelompok.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa perundungan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi korban, seperti menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, berkurangnya prestasi akademik, hingga gangguan kesehatan fisik pada kasus tertentu. Oleh karena itu, setiap santri diharapkan berani menolak segala bentuk perundungan dan tidak ragu melaporkan apabila mengalaminya atau menyaksikannya.

Selain membahas bullying, pemateri juga menyampaikan materi mengenai homoseksualitas sesuai tema kegiatan. Dalam paparannya, ia menjelaskan definisi homoseksualitas serta menyampaikan pandangan mengenai berbagai faktor yang menurut materi tersebut dapat memengaruhi perilaku seseorang. Pemateri juga membahas tantangan yang dapat muncul dalam kehidupan sosial, terutama terkait norma, aturan yang berlaku, serta hubungan dalam keluarga dan masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, pemateri menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai, memilih lingkungan pertemanan yang positif, memperkuat peran orang tua dan guru dalam memberikan pendampingan, serta berani melapor kepada pihak yang berwenang apabila terjadi tindakan yang melanggar hukum. Dijelaskan pula bahwa apabila suatu tindak pidana terjadi dan korban memilih menempuh jalur hukum, proses penanganan dapat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk terhadap pelaku yang masih di bawah umur.

Melalui kegiatan Learning Motivation ini, Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul berharap seluruh santri semakin memahami pentingnya menjaga akhlak, menghormati sesama, serta menciptakan lingkungan pesantren yang aman, kondusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
