Niat sebagai Fondasi Amal, Pengajian Guru Ar-Ridho Sentul Kaji Kitab Al-Majalis Al-Saniah

Ar-Ridho — Kamis (15/10), Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul menggelar pengajian guru di aula dengan mengkaji kitab Al-Majalis Al-Saniah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh asatidz dan ustadzat dengan pemateri Al-Ustadz Yudi Wily Tama, M.Pd. Kajian kali ini membahas kedudukan niat dalam Islam sebagai landasan penting dalam setiap amal dan ibadah.

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz Yudi menjelaskan bahwa pembahasan niat dalam ilmu fikih berkaitan dengan empat hadis utama, yaitu hadis tentang niat, halal dan haram, amalan yang tidak bersumber dari tuntunan Rasulullah SAW, serta meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.

Hadis tentang niat menjadi salah satu hadis pertama yang banyak diajarkan di pondok pesantren modern. Dalam perspektif ulama fikih, niat menjadi syarat sah bagi ibadah tertentu yang bersifat badaniyah dan disyariatkan, seperti salat, zakat, puasa, dan haji. Sementara itu, ulama tauhid menekankan pentingnya keyakinan terhadap hukum ibadah yang dilakukan. Adapun dalam perspektif tasawuf, niat yang baik dapat menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah dan mendatangkan pahala.

Pemateri juga mengulas biografi Sayyidina Umar bin Khattab RA, termasuk perjalanan beliau dalam memeluk Islam. Keteguhan Umar dalam memegang prinsip menjadi bagian penting dari kisah hidupnya. Hidayah Allah datang ketika beliau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh saudarinya. Peristiwa tersebut menggugah hatinya hingga akhirnya memeluk Islam dan menyatakan keislamannya secara terbuka di hadapan Rasulullah SAW.

Selain itu, kajian turut mengangkat kisah-kisah yang diriwayatkan mengenai keberanian dan keteguhan Sayyidina Umar bin Khattab RA. Kisah tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya keimanan, keteguhan hati, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Melalui pengajian ini, para asatidz dan ustadzat diharapkan semakin memahami pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan tugas, beribadah, dan memberikan pendidikan kepada para santri. Dengan niat yang ikhlas dan benar, setiap aktivitas diharapkan tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Berita Terbaru

Related Articles