Menapak Jejak, Menyerap Hikmah: Rihlah Tarbawiyyah Santri Akhir KMI 2025 ke Yayasan dan Makam Pendiri PPM Ar-Ridho Sentul

Ar-Ridho – Sabtu (10/05) menjadi momen bersejarah dan penuh makna bagi seluruh santri akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) 2025 Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Dalam rangkaian Rihlah Tarbawiyyah, para santri diajak menelusuri jejak perjuangan dan warisan pendiri pondok tercinta, dengan semangat untuk menyerap hikmah dari perjalanan dakwah dan pendidikan yang telah dirintis dengan penuh pengorbanan.

Kegiatan dimulai dengan ziarah ke makam pendiri pondok yang berlokasi di Masjid Al-Maghfiroh. Suasana khidmat menyelimuti seluruh peserta saat mereka berdiri di hadapan pusara pendiri, memanjatkan doa dan mengenang jasa-jasa besar almarhum. Momen ini terasa semakin istimewa karena para santri didampingi langsung oleh Bapak Pimpinan KH. Ir. Hudori, MSc., yang memberikan wejangan singkat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan keikhlasan dalam berkhidmat kepada umat.

Perjalanan spiritual dilanjutkan dengan silaturahim ke kediaman Istri Pendiri Pondok, yaitu Umi Haji Halimah Binti H. Raihan, yang menyambut hangat kedatangan para santri dan pembimbing. Dalam kesempatan tersebut, Umi Halimah membagikan kisah-kisah perjuangan awal pondok yang sarat nilai keteladanan, kesabaran, dan tawakal.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Yayasan Ar-Ridho Palmerah. Di tempat ini, para santri diajak meninjau unit pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan, yaitu TK, SD, dan SMP Islam Al Azhar Kemandoran. Kunjungan ini menjadi refleksi konkret atas buah perjuangan dan pengembangan dakwah pendidikan yang kini telah menjangkau berbagai jenjang dan lapisan masyarakat urban.

Sebagai penutup, rihlah berlanjut ke sebuah tempat yang tak kalah bermakna gudang besi tua milik Bapak Pimpinan yang terletak di kawasan Tanjung Priok. Tempat sederhana ini menjadi simbol perjalanan dan kerja keras sang pimpinan dalam membangun kemandirian ekonomi pondok, sekaligus menanamkan nilai-nilai entrepreneurship Islami yang realistis. Dalam kunjungan tersebut, Bapak Pimpinan kembali mendampingi para santri dan menyampaikan pesan bahwa setiap perjuangan besar selalu dimulai dari tempat kecil yang penuh semangat dan kesungguhan.

Rihlah Tarbawiyyah ini tidak sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin dan ruh perjuangan. Para santri akhir KMI 2025 pulang dengan membawa bekal spiritual, inspirasi, dan tanggung jawab besar untuk melanjutkan estafet dakwah dan pendidikan di mana pun mereka berada.

Berita Terbaru

Related Articles

Perlu Bantuan?