
Ar-Ridho – Selasa Malam (24/06) Menjelang perpulangan santri kelas 1–4 KMI Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul, suasana Masjid dipenuhi kesungguhan dan perhatian dari para santri. Dalam rangka membekali mereka dengan adab dan etika selama liburan di rumah, diselenggarakan kegiatan Pembacaan Ettiquette Umum, sebuah agenda rutin yang menjadi tradisi penting di akhir tahun ajaran.
Acara ini disampaikan langsung oleh Al-Ustadz Syahrul Ramadhan, S.Ag., salah satu staf KMI yang dikenal dekat dengan santri dan tegas dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa liburan bukanlah waktu untuk bebas dari tanggungjawab sebagai santri, melainkan ujian sejati dalam menjaga jati diri dan nama baik pondok di tengah masyarakat.
Dengan gaya bahasa yang lugas namun penuh kelembutan, Ustadz Syahrul menjelaskan secara rinci adab-adab selama berada di rumah, mulai dari menjaga shalat berjamaah, berakhlak santun kepada orang tua dan tetangga, membatasi interaksi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, hingga pentingnya tidak melupakan hafalan dan pelajaran yang telah diperoleh selama di pondok.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap santri adalah duta pondok di tengah keluarganya. “Perilaku kalian adalah cerminan dari pendidikan yang kalian bawa. Maka pulanglah dengan adab, kembalilah dengan keberkahan,” tegasnya di hadapan ratusan santri yang menyimak dengan seksama.
Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momen pembekalan mental dan moral, agar liburan tidak menghapus semangat thalabul ‘ilmi dan kedisiplinan yang selama ini telah terbentuk. Santri pun diingatkan untuk tetap menjaga komunikasi dengan asatidz, mengikuti jadwal kembali, serta membawa serta semangat positif saat kembali ke pondok nanti.
Dengan selesainya kegiatan pembacaan ettiquette umum ini, para santri membawa pulang lebih dari sekadar pakaian dan perlengkapan mereka membawa tanggung jawab, amanah, dan harapan besar dari pesantren dan orang tua. Membawa nama baik pondok bukan hanya slogan, tetapi tekad yang harus terus dihidupkan dalam diri setiap santri Ar-Ridho Sentul, di manapun mereka berada.

