
Ar-Ridho – Kamis pagi (26/06) menjadi momentum penuh haru dan makna bagi Santri Akhir KMI 2025 Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Di hari itu, mereka resmi menapaki salah satu fase penting dalam kehidupan kepesantrenan yaitu Yudisium, sebagai langkah akhir menuju gerbang alumni.
Kegiatan yudisium dimulai dengan prosesi khidmat, ketika satu per satu santri akhir KMI 2025 dipanggil dari Masjid Lantai 2. Dengan penuh takzim dan rasa bangga, mereka berjalan menuju Kantor KMI diiringi oleh pagar betis dari seluruh santri kelas 1 hingga kelas 5 KMI, yang berdiri berjajar di sepanjang rute perjalanan. Sebuah penghormatan simbolis yang memperlihatkan eratnya ikatan antar generasi di dalam pondok.

Sesampainya di Kantor KMI, suasana menjadi semakin khidmat. Seluruh santri akhir menerima surat kelulusan serta surat tugas pengabdian yang akan mereka jalankan dalam masa bakti mendatang. Setiap lembar surat itu menjadi penanda tanggung jawab baru sekaligus pengakuan atas perjuangan panjang mereka selama bertahun-tahun di bawah naungan Ar-Ridho.
Tak berhenti di situ, prosesi dilanjutkan dengan sesi pengarahan dan wejangan langsung dari Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul beserta jajaran tim pimpinan. Dengan nada penuh kasih dan tegas, beliau menyampaikan nasihat dan arahan sebagai bekal dalam menapaki babak kehidupan selanjutnya. Suasana haru dan syahdu menyelimuti ruangan, tak sedikit dari santri akhir yang menundukkan kepala, menahan haru dan merenungi jejak perjuangan selama di pondok.

Sebagai penutup, seluruh santri akhir KMI 2025 menuju Masjid Lantai 1 untuk melaksanakan sujud syukur bersama. Sujud itu bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan, tetapi juga sebagai simbol kepasrahan dan penyerahan diri kepada Allah atas segala amanah yang akan dijalani ke depan.
Yudisium Al-Haamii Generation tahun ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi tonggak penting yang menandai bahwa perjalanan mereka sebagai santri telah sampai di ujung. Kini, mereka siap menyongsong awal baru, dengan ilmu di dada dan adab sebagai cahaya dalam langkah mereka di tengah masyarakat.

