
Ar-Ridho – Ahad (29/06) menjadi hari bersejarah bagi seluruh santri kelas 5 KMI Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Hari itu bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penuh makna yang menandai langkah awal menuju tanggung jawab tertinggi sebagai Santri Akhir KMI 2026. Dengan penuh rasa haru dan suka cita, prosesi Yudisium Kelas 5 KMI 2025 berlangsung dengan nuansa khidmat dan penuh semangat.
Acara diawali dengan pemanggilan seluruh santri kelas 5 KMI di Masjid Jami’ Lantai 2, tempat di mana mereka pertama kali dikumpulkan pagi itu. Setelah pemanggilan, para santri pun berlari penuh haru dan kebahagiaan menuju Kantor KMI di Gedung Madinah Tengah Lantai 2, seakan menggambarkan semangat mereka menyambut amanah baru sebagai santri paling senior di pondok.

Di sepanjang jalan menuju kantor, seluruh santri mukimin dan dewan asatidz berdiri membentuk pagar betis, menyambut dan menyemangati langkah-langkah mereka dengan sorak takbir dan yel-yel penuh semangat. Suasana menjadi sangat emosional, menciptakan momen yang akan terus membekas dalam memori santri kelas 5.
Sebelum memasuki ruangan, para santri dibagikan surat keputusan kenaikan kelas, sebuah simbol resmi pengakuan bahwa mereka telah layak memasuki jenjang akhir di KMI. Mereka kemudian duduk rapi di kursi yang telah disiapkan oleh panitia, siap menyimak nasihat dan wejangan dari para pimpinan pondok.
Acara inti diisi dengan pesan dan nasihat dari Bapak Pimpinan Pondok, disusul oleh Pengasuh, Direktur KMI, Kepala Sekolah, serta jajaran pimpinan lainnya. Dalam sambutannya, para pemimpin menegaskan bahwa santri kelas 5 kini telah menginjak tingkatan paling senior di pondok, dan dengan itu melekat pula tanggung jawab sebagai teladan dalam akhlak, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Wejangan demi wejangan tersebut menggugah kesadaran para santri bahwa menjadi santri akhir bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar, baik bagi pondok maupun untuk diri sendiri sebagai calon pemimpin umat.
Menjelang akhir acara, para santri melaksanakan sujud syukur bersama, sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia dan amanah yang kini mereka emban. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi cukur jundi, sebuah tradisi khas Ar-Ridho yang menandakan pembaruan semangat dan kesiapan menjalani tahun terakhir di pondok.

