
Ar-Ridho — Selasa (30/09) Suasana pagi di Gedung Madinah Tengah Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul terasa berbeda dari biasanya. Ratusan santri berkumpul dengan semangat dan wajah antusias dalam kegiatan Pembukaan Program Santri Menanam, sebuah gerakan hijau yang mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian pangan.
Acara resmi dibuka oleh Al-Ustadz Yusron Iffan Hidayat, SH., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan menanam bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bentuk pengamalan nilai-nilai Islam yang mengajarkan tanggung jawab terhadap bumi sebagai amanah Allah. “Setiap biji yang kita tanam adalah amal jariyah. Menanam bukan hanya untuk memanen hasil, tetapi juga untuk menumbuhkan kebaikan di hati,” ujar beliau penuh makna.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan menanam oleh Staf Basatino/Pertamanan, Al-Ustadz Shofi Munadi Syathiri. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan langkah-langkah dasar dalam menanam yang baik dan benar, mulai dari pemilihan bibit, perawatan tanaman, hingga menjaga kebersihan lingkungan pondok. Sosialisasi ini disertai demonstrasi langsung agar santri dapat memahami dan mempraktikkan cara menanam dengan benar.
Program Santri Menanam menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan karakter di Ar-Ridho Sentul, yang tidak hanya menumbuhkan kecerdasan spiritual dan intelektual, tetapi juga kepekaan terhadap alam dan kehidupan. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beramal, dan berdaya guna, dengan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah.

Acara diakhiri dengan penanaman simbolis oleh beberapa perwakilan santri dan pembina sebagai tanda dimulainya gerakan hijau di lingkungan pondok. Semangat “Tanam Hari Ini, Panen Esok” benar-benar terasa hidup — menjadi pesan bahwa setiap upaya kecil hari ini akan berbuah kebaikan di masa depan.

