Dari Mimbar Orasi ke Demokrasi, Pemilihan Umum Ketua OPPAR X Periode 2026–2027 Penuh Antusias

Ar-Ridho — Senin malam (12/01), Suasana Masjid Jami’ lantai 1 Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul tampak semarak saat dilangsungkannya kegiatan Orasi dan Pemilihan Umum Kandidat Calon Ketua OPPAR X Periode 2026–2027. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka regenerasi kepemimpinan santri yang sarat akan nilai pendidikan dan kedewasaan berorganisasi.

Acara diawali dengan penyampaian orasi dari para kandidat calon ketua OPPAR X. Dari mimbar orasi, masing-masing kandidat memaparkan visi, misi, serta gagasan terbaik mereka untuk membawa OPPAR ke arah yang lebih progresif dan berakhlak. Orasi-orasi tersebut disimak dengan penuh perhatian oleh seluruh santri, mencerminkan tingginya antusiasme dan kepedulian terhadap masa depan organisasi santri.

Pemilihan umum ini merupakan bagian dari sunnah pondok, di mana seluruh santri kelas 1 hingga 5 KMI diberikan hak suara untuk menentukan calon pemimpin OPPAR X periode 2026–2027. Dengan tertib dan penuh kesadaran, para santri menyalurkan aspirasinya melalui suara pemilihan sebagai bentuk pembelajaran demokrasi sejak dini.

Namun demikian, pelaksanaan demokrasi di lingkungan pesantren tetap berada dalam koridor pendidikan. Proses ini dikenal dengan istilah demokrasi terpimpin, di mana hasil perolehan suara santri tidak serta-merta menjadi penentu akhir. Santri tetap diarahkan dan disesuaikan dengan ketentuan dari staf pengasuhan santri, sehingga suara terbanyak belum tentu langsung ditetapkan sebagai Ketua OPPAR terpilih.

Tahapan selanjutnya adalah penyeleksian dan pertimbangan lebih lanjut oleh staf pengasuhan santri, kemudian dilanjutkan kepada tim pimpinan, hingga keputusan akhir berada di tangan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa ketua OPPAR yang terpilih tidak hanya unggul secara popularitas, tetapi juga matang dalam akhlak, tanggung jawab, dan kesiapan memimpin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu memahami makna kepemimpinan yang sesungguhnya, sekaligus belajar bahwa amanah organisasi bukan semata hasil suara, melainkan kepercayaan yang lahir dari penilaian menyeluruh. Pemilihan Umum Ketua OPPAR X pun menjadi momentum penting dalam menyiapkan kader pemimpin santri yang berintegritas dan berjiwa khidmah.

Berita Terbaru

Related Articles

Perlu Bantuan?