Perkuat Pembinaan Santri, Syekh dan Musyrif Asrama Ar-Ridho Sentul Sampaikan Tausiyah

Ar-Ridho – Jum’at malam (09/10), Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter dan akhlak santri, Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul menggelar tausiyah bersama Syekh dan Musyrif Asrama. Kegiatan ini dilaksanakan di asrama masing-masing dengan menyampaikan nasihat keislaman, motivasi belajar, serta pentingnya menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, para Syekh menekankan pentingnya kesungguhan santri dalam menuntut ilmu, menghafal Al-Qur’an, menghormati guru, dan berbakti kepada kedua orang tua. Santri juga diingatkan agar tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi pendidikan dan masa depan mereka.

Khusus bagi santri yang tinggal di Asrama Utsman, para Syekh berpesan agar mereka tidak bersedih karena terpisah dari teman-teman lainnya. Justru, kesempatan tersebut harus menjadi motivasi untuk lebih fokus dan bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an. Para santri juga diingatkan bahwa perjuangan menuntut ilmu, menghadapi rasa rindu kepada keluarga, dan menjalani kegiatan pondok merupakan bagian dari proses pembentukan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, para santri diingatkan untuk senantiasa menjaga adab dalam berinteraksi, yaitu menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua. Mereka juga diimbau agar menjadikan ustadz dan musyrif sebagai tempat bercerita serta menyampaikan masalah, bukan hanya sebagai tempat meminta bantuan komunikasi dengan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, larangan melakukan perundungan (bullying) menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan. Santri dilarang mengejek teman dengan panggilan buruk, menghina orang tua, menyakiti perasaan, maupun melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW bahwa seorang muslim adalah orang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Melalui tausiyah ini, para santri diharapkan semakin bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menjaga persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama. Nasihat yang disampaikan menjadi pengingat bahwa keberadaan mereka di pondok bukanlah bentuk ditinggalkan oleh keluarga, melainkan bagian dari ikhtiar orang tua dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Berita Terbaru

Related Articles